Kebersamaan
Sabtu, 16 Juli 2016
Kebersamaan
Segala puji bagi Allah atas segala karuniA yang sudah Allah berikan
kepada kita.
Cinta yang Allah tanamkan dihati kita adalah sebuah nikmat,
khususnya cinta tersebut cinta yang Allah Ridhoi.
Cinta orang tua kepada anak
Cinta anak2 kepada orangtua
Cinta kakak kepada adik
Cinta adik kepada kakak
Cinta suami kepada istri
Cinta istri kepada suami
Cinta kepada saudara seiman
Itulah nikmat
Lihatlah... Ada orang lain yang tidak mendapat nikmat itu.
Didada2 mereka tersimpan kebencian dan dendam,
Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmushshalihaat
Tidaklah seseorang diantara kalian dikatakan beriman,
hingga dia mencintai sesuatu bagi saudaranya sebagaimana dia mencintai sesuatu bagi dirinya sendiri.
Cinta yang didasari karena Allah sungguh akan abadi
Di akherat kita akan saling mencari.
Tapi cinta bukan karena Allah sungguh suatu bencana
Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab (ku).
Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Qur’an
sesudah al-Qur’an itu datang kepadaku.
Dan adalah syaitan itu tidak menolong manusia.
(QS AL-Furqan 28-29).
Saling mencintai karena Allah, dan memanfaatkan nikmat ini,
Waktu akan terus berjalan meninggalkan kenangan yang indah Di setiap moment,
Manfaatkanlah selagi kita bisa memberikan cerita kebahagiaan
Untuk orang2 yang kita Kasihi.
Karena kita tidak pernah tahu kapan kita akan kehilangan orang2 yang kita cintai,
Sesungguhnya sekarang kita sedang antri menunggu giliran.
Hidup ini begitu singkat,
Jangan karena yang singkat ini menjadikan kita lupa
Bahwa kita akan mempertanggung-jawabkan setiap kejadian hidup kita,
Bersyukurlah dengan menjalankan perintah RABB.
Karena Di tanamkan cinta Karena Nya sungguh karunia yang besar.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Allah berfirman pada Hari Kiamat,
“Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku pada hari ini? Aku akan menaungi mereka dalam naungan-Ku pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Ku.”
(HR. Muslim; Shahih)
Catatanku
Rabu, 13 Juli 2016
Pelajaran Berharga
Moment Idul Fitri menjadi kebiasaan kita saling mengunjungi
sesama keluarga dan kerabat.
Hari ini saya dan sahabat2 saya mengunjungi kawan lama kami,
Sedikit cerita, kawan kami ini mempunyai cerita indah bersama
kami dulu..
Bersamanya lah Awal kami lebih mengenal Allah,
Tepatnya Awal Hidayah menyapa
Begitu banyak kenangan yang sudah kita lalui,
Menambah keimanan kita yang masih sangat kurang
Pakaian yang belum menutup dan shalat yang masih bolong.
Bersama dia, kami mengerti bahwa kita hidup dan mati hanya Karena Allah.
Seiring waktu,
Kami mempunyai kesibukan masing2 yang membuat kami jarang ketemu,
Sampai pada Akhirnya kami mengenal Sunnah dan
mulai belajar tentang Ilmu.
Walaupun kami berbeda prinsip, tapi kami sangat merindukan kawan lama kami ini,
Selalu kami mengenang,
sewaktu awal2 Hidayah menyapa kami ,
Manusia tempatnya salah dan khilaf
Tapi hubungan kami dengannya tetap dalam kondisi baik.
Hari ini kami berkunjung di rumahnya
Sungguh airmata tak terbendung,
Ditempat itulah awal kami mengenal Allah
Ditempat itulah sering kami menangis mengingat Allah
Mengenang semua kejadian yg pernah kita alami bersama
Nasehatnya sungguh sangat berkesan dihati saya ketika kami datang
mengunjunginya,
Kesibukan beliau hanya berdzikir dan shalat,
Beliau sering menangis, mengingat semakin dekat akhir kehidupan sedangkan
amalnya masih kurang,
Selama Ramadhan beliau puasa full dan khatam Qur'an, shalat malam tidak pernah ketinggalan ,
padahal kondisinya dalam keadaan lemah dan sakit.
Beliau mengingatkan kita, bahwa hidup ini hanya menunggu giliran dipanggil
Allah,
jadi manfaatkan sebaiknya2 jangan lewatkan waktu tanpa Amal dan istighfar.
Allah memanggil kita pulang sesuai kebiasaan kita, kalaupun tiba masa itu
Insya Allah kita dalam
kebiasaan mengingat Allah.
Dunia ini hanya permainan, tempat kita bukan didunia, persiapkan bekal kita untuk
Perjalanan yang panjang dan menakutkan.
Kita tidak pernah tau kapan giliran kita, jangan lalai.
Gigit kuat Agama ini, Istiqomah lah
Jangan berprasangka buruk sama Allah, karena apa yang terjadi ini semuA kehendak Allah,
maka bersabarlah...
Waktu kita semakin sempit.
Bersihkan hati yang kotor,
siapkan Amal, jangan pernah
Menyepelekan kebaikan walaupun kecil, karenA kita tidak pernah
Tahu amal apa yang akan menolong kita.
Jazakillahu khairan saudaraku,
barakallahu fiik
Semoga Allah menerima Amal baikmu..
Kembali saya merenung...
Sungguh Allah mengiring saya ketempatnya, untuk mengingatkan saya
Bahwa waktu kita tidak banyak lagi,
Sedangkan bekal saya sungguh sangat kurang
Astaghfirullah Wa atubu ilaih
Ya Allah sungguh dunia ini melenakan,
Dunia ini melelahkan..
Mempertahankan Istiqomah sangat membutuhkan keimanan
Yang besar.
Waktu berlalu begitu saja,
banyak perintah yang belum terlaksanakan
Banyak larangan yang belum ditinggalkan,
Banyak muamalah yg belum terselesaikan
Banyak niat baik belum tertuntaskan
Banyak Amanah yang belum ditunaikan
Ya Allah beri saya kekuatan untuk menyelesaikan semuanya.
Sebelum harta, suami dan anak sudah tidak bermanfaat buat saya.
Sungguh saya lemah dalam segala hal, tapi saya selalu mengingat
"Engkau mencintai hambamu yang berdosa kemudian dia bertaubat."
"Engkau mencintai hambamu yang menangis karena dosa."
Manusia fitrahnya selalu berdosa, tapi
Rabbku selalu mengingatkan saya dengan berbagai kejadian.
Masih banyak yang harus saya perbaiki,
Rabb... Berikan saya Hidayah dan Taufik
Matikan saya dalam keadaan sudah tertunaikan hak orang lain,
Dan hak saya biarlah saya memintanya kepada Rabbku.
Berilah saya kekuatan ya Rabb,
karena tanpA Mu sungguh
saya tidak kuat.
#110716
#6syawwal1437
#catatanhijrahlmr
Senin, 11 Juli 2016
Bismillaah
Apakah karena ia tidak dalam kajian ilmu yang sama denganmu?
Lantas engkau menganggap ia pasti tidak masuk surga.
Lantas engkau menganggap ia buruk akidahnya.
Lantas engkau menganggap ia pelaku bid'ah.
Lantas engkau menganggap ia kafir.
Hei.
Siapakah kamu wahai pencari ilmu.
Engkau yg sedang Allah dudukkan dlm suatu majelis.
Engkau yg sedang Allah kehendaki kebaikan.
Engkau yg sedang Allah hendak pahamkan agama.
Jangan kau rusak karunia Allah hanya krn kotornya hatimu.
Allah hendak berikan kebaikan.
Tapi ingat sampai kapanpun setan tidak akan ridha.
Saat kau duduk di majelis tsb,
Ada ulama2 lain yg sedang memberi tausiyah ttg ilmu dan akhlak yg baik kpd ribuan umat.
Ada umat Nabi lain sedang duduk dlm kajian ilmu fikih.
Ada umat Nabi lain yg sedang sibuk berdzikir di rmh2 Allah.
Ada umat lain yg sedang sibuk dihina dicaci hanya untuk mengajak org ke rmh2 Allah.
Ada umat lain yg sedang sibuk bertaubat asbab ajakan org2 yg bergerak dakwah.
Ada umat lain yg sdg bersyahadat asbab melihat hafidz hafidzah.
Ada umat lain yg berhijrah asbab melihat ketegaran org yg baru belajar mengamalkan sunnah.
Ada umat lain yg sedang sibuk mendoakan kebaikan bagi saudara2nya yg belum paham agama.
Ada umat lain yg sedang serius mengurusi suriah dan negara2 muslim yg dizhalimi.
Ada umat lain yg sungguh2 ikut jihad.
Ada umat lain yg selalu menyisihkan hartanya untuk membangun mesjid dan keperluan2 umat islam lainnya.
Daaaan banyak amalan lain yg sedang dilakukan meskipun mrk tidak hadir di kajian ilmu yg sama.
Hindari merasa jadi golongan paling benar.
Jadi majelis paling benar.
Kelak dihisab bukan berdasarkan golongan.
Allah hanya memandang hati dan amal masing2.
Saling menghadirkan sifat :
Saya belum tentu lebih baik dari siapapun.
Org lain yg belum baik pun belum tentu pasti berakhir buruk.
Keburukan atau kekurangan org secara pribadi blm tentu mewakili suatu kelompok.
Kewajiban kita hanya berusaha memperbaiki diri sebaik2nya, tetap belajar beramar ma'ruf nahi munkar, lalu berdoa minta hidayah untuk diri sendiri dan seluruh umat.
Bab MENILAI seseorang berhak surga atau ngga itu hak Allah.
Bab MEMBERI dan MENCABUT hidayah itu hak Allah juga.
Hati2.
Jangan kau merasa menjadi satu2nya jalan hidayah padahal nyatanya dgn kesombonganmu kau justru membuat kabur org2 yg ingin mendapat hidayah.
Just watch and see.
Barakallaahu fiikum.
❤ bunda kaska
Minggu, 10 Juli 2016
Bantulah anakmu untuk menjadi penghapal al-Qur-an
Jangan pernah engkau berkata: "tapi anakku bukanlah anak yang cerdas atau jenius, bagaimana ia bisa menghapal Qur'an??...."
Saudaraku.......Yang dibutuhkan anakmu bukanlah kecerdasan dan kejeniusan, tapi yang dia butuhkan adalah pengorbananmu untuk meluangkan waktumu, menemani, mengajari dan membimbingnya untuk menghapalkan al-Qur'an.
Kecerdasan bukanlah sebuah syarat untuk menjadi penghapal al-Qur'an...
Rabb kita pemilik al-Qur'an sendiri berkata:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk diingat (dijadikan pelajaran), maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).
Allah mengulang-ngulang ayat di atas 4 kali dalam surat yang sama....seakan-akan Allah pemilik al-Qur'an ingin menegaskan bahwa masih banyak harapan bagi anakmu untuk menghapalkannya
Hantarkanlah anakmu untuk menjadi penghapal al-Qur'an dan bagimu pahala yang melimpah
1. Anak yang menghafal al-Qur'an kelak akan mendapat mahkota dari cahaya dan Orang tuanya akan mendapatkan pakaian kebesaran pada hari kiamat.
Rasulullah menuturkan:
مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَتَعَلَّمَهُ وَعَمِلَ بِهِ أُلْبِسَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَاجًا مِنْ نُورٍ ضَوْؤُهُ مِثْلُ ضَوْءِ الشَّمْسِ وَيُكْسَى وَالِدَيْهِ حُلَّتَانِ لاَ تُقَوَّمُ بِهِمَا الدُّنْيَا فَيَقُولَانِ: بِمَا كُسِيْنَا هَذَا؟ فَيُقَالُ: بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ
“Barangsiapa yang membaca Al-Qur`an, mempelajarinya dan mengamalkannya kelak pada hari kiamat dikenakan mahkota dari cahaya yang sinar kemilaunya seperti cahaya matahari. Dan bagi kedua orang tuanya masing-masing dikenakan untuknya dua pakaian kebesaran yang tak bisa dinilai dengan dunia. Maka kedua orangtuanya bertanya: ‘ karena apa kami diberi pakaian (kemuliaan) seperti ini?’ Maka dijawab: ‘Karena anak kalian berdua belajar dan menghapal Al-Qur`an’.” (Mustadrak Al-Hakim, 1/568. Dihasankan al-Albany rahimahullah Lihat Ash-Shahihah no. 2914)
2. Termasuk ilmu yang bermanfaat dan amal jariyah yang tak terputus pahalanya.
Jika anda membimbing dan mengajari anak anda dengan penuh keikhlasan, maka setiap huruf yang anda ajarkan kepada anak anda , meski hanya berupa alif ba' ta'.....apabila nantinya menghantarkan ia sebagi seorang penghapal al-Qur'an maka setiap huruf itu pula bagian dari pahala anda, dan setiap huruf Allah gandakan menjadi sepuluh kebaikan, bahkan jika anda sudah wafat, dan anak anda masih menghapal dan terus membaca al-Qur'an maka pahala itupun terus mengalir untuk anda, meski kain kafan anda sudah hilang ditelan masa...dan pahala anda terus mengalir sampai hari kiamat.
Rasulullah bersabda:
إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ، صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يَنْتَفِعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ
Apabila seorang anak Adam meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara Sedekah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, Anak soleh yang mendoakannya (HR. Muslim)
3. Menjadi syafaat bagi anak dan kedua orang tuanya.
Jika orang tua sabar, telaten, ngajari anaknya hingga menghapalkan Al-Qur'an, maka keduanya akan lebih mudah mendapatkan syafa’at di hari kiamat kelak.
Dari Abu Umamah Al Bahiliy, (beliau berkata), “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al Qur’an karena Al Qur’an akan datang pada hari kiamat nanti sebagai syafi’ (pemberi syafa’at) bagi yang membacanya.” (HR. Muslim no. 1910).
4. Sebanyak hapalanmu dan hapalan anakmu....sejauh dan setinggi pula kedudukanmu di surga.
Di akhirat, hafalan seorang hamba akan menolong dirinya untuk menggapai derajat mulia di surga.
Dari Abdullah bin ‘Amr, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا
“Dikatakan kepada shohibul Qur'an (penghafal Al Qur’an) nanti : ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilnya.
Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).” (HR. Abu Daud no. 1464 dan Tirmidzi no. 2914).
Maksud lafadz ‘membaca’ dalam hadits ini adalah menghafalkan Al Qur’an, sebagaimana yang dijelaskan Syaikh Al Albani As Silsilah Ash Shohihah no. 24400
5. Orang tua yang mendidik dan mengajarkan al-Qur'an kepada anaknya dia termasuk sebaik-baik manusia.
َ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
قَ «خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ» رواه البخاري
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.”( HR. Bukhari)
6. Jika orang tua ikhlas dan sabar dalam mengawal sang buah hati untuk menghapal al-Qur'an maka berarti dia mempersiapkan sang anak untuk memperoleh kedudukn yang tinggi di dunia dan di akherat.
Dan otomatis orang tua mendapat bagian dari pahalanya.
إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seseorang dengan kitab ini (Al Qur’an) dan merendahkan yang lain dengan kitab ini.” (HR. Muslim no. 817)
Jika anda berhasil menghantarkan Anak anda menjadi seorang yang bagus bacaan dan hapal alQur'annya, maka dia akan menjadi orang yang paling berhak untuk menjadi imam bagi kaum muslimin. Dan berapa banyak pahala yang didapat oleh orang tua....
Rasulullah bersabda:
َ يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ وَأَقْدَمُهُمْ قِرَاءَةً فَإِنْ كَانَتْ قِرَاءَتُهُمْ سَوَاءً فَلْيَؤُمَّهُمْ أَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً فَإِنْ كَانُوا فِي الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَلْيَؤُمَّهُمْ أَكْبَرُهُمْ سِنًّا وَلَا تَؤُمَّنَّ الرَّجُلَ فِي أَهْلِهِ وَلَا فِي سُلْطَانِهِ وَلَا تَجْلِسْ عَلَى تَكْرِمَتِهِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا أَنْ يَأْذَنَ لَكَ أَوْ بِإِذْنِهِ
"Hendaknya yang menjadi imam shalat suatu kaum adalah yang paling hafal al Qur`an dan paling baik bacaannya. Apabila dalam bacaan mereka sama, maka yang berhak menjadi imam adalah yang paling dahulu hijrahnya. Apabila mereka sama dalam hijrah, maka yang berhak menjadi imam adalah yang paling tua. Janganlah kalian menjadi imam atas seseorang pada keluarga dan kekuasaannya, dan jangan juga menduduki permadani di rumahnya, kecuali ia mengizinkanmu atau dengan izinnya" [HR Muslim no. 1709]
Ya Allah jadikanlah kami dan anak keturunan kami sebagai para penjaga Al-Qur'an.....
Amin ya Mujibas sa-iliin.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، والحمد لله رب العالمين
23 Dzulhijjah 1436 H
Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah
#mtqtahfidzonline
Sabtu, 09 Juli 2016
Assalamualaikum sahabat ku....
Apabila Allah Tidak Mengkehendaki Kita Lagi 😔
Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia...
Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak...
Allah akan sibukkan kita dengan urusan menjalankan perniagaan...
Alangkah ruginya karena kesemuanya itu akan kita tinggalkan...
Semua hanya titipan,
Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-2 yang telah pergi terlebih dulu menemui Allah SWT dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi, sudah semestinya mereka memilih tidak lagi akan bertarung mati-2an utk merebut dunia.
Karena tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah dan beribadah kepada Allah...
Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih dari kita, dari segi gaji, pangkat, harta, rumah besar, mobil mewah...
Kenapa kita tidak pernah cemburu melihat ilmu orang lain lebih dari kita..
Kita tidak pernah cemburu melihat orang lain lebih banyak amalan dari kita...
Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain bangun di Sepertiga Malam, sholat Tahajud & bermunajat.
Kita cemburu apabila melihat orang lain ganti mobil baru dengan yang lebih mewah...
Tetapi jarang kita cemburu apabila melihat orang lain yang bisa khatam Al'Quran sebulan dua kali...
Setiap kali menyambut hari ulang tahun, kita sibuk mau merayakan sebaik mungkin, tetapi kita telah lupa dengan bertambahnya umur kita..., maka panggilan Illahi bertambah dekat..
Kita patut bermuhasabah mengenai persiapan ke satu perjalanan yang jauh, yang tidak akan kembali untuk selama-lamanya. Hidup di dunia menentukan kehidupan yg kekal nanti di Akhirat.
Sesungguhnya mati itu Benar.
Alam kubur itu benar,
Hisab itu benar,
Mahsyar Allah itu benar...
Surga dan neraka itu benar...
Penyelesaian kpd masalah hidup adalah melalui iman dan amal..., Iman sebesar zarrah, Allah muliakan dgn Syurga ... أمِينْ يَامُجِيبَ السَّائِلِينْ ..
Semoga Allah juga memberikan ketetapan Iman dan Taqwa dan Keistiqomahan dalam melakukan amal ibadah.
#mtqtahfidzonline
Menghafal
SAAT MALAS MELANDA PENGHAFAL QUR'AN
Bismillah……
Saudaraku yang BisaHafalQur'an (BHQ) cintai karena Allah,
menghafal Al Qur’an itu adalah aktifitas yang sangat mulia.
tidak semua diberikan keinginan untuk menghafal,
yang sudah punya keinginan untuk menghafal
juga tidak semua bisa merealisasikannya,
alasan waktu, kesibukan, dan alasan-alasan lainya.
Yang sudah menghafal juga tidak sedikit yang berhenti ditengah jalan,
tidak jarang penghafal merasa bahwa menghafal al Qur’an itu susah
dan akhirnya berhenti menghafal.
Yang punya keinginan, masih menghafal
tapi merasakan kendala yang jika ini terus dibiarkan berkembang biak
maka bisa jadi nasibnya sama seperti penghafal yang lain,
yaitu yang menghafalnya hanya kenangan saja,
dimasa tua akan bercerita ;
“anakku, bapak/ibu pernah menghafal Qur’an
di pesantren tahfidz A, lembaga tahfidz B, dll.
Ada juga yang punya keinginan kuat,
yang sekarang masih menghafal,
tapi memiliki kendala yang semua bisa mengalaminya yaitu malas.
Malas ini penyakit serius.
Seperti yang tadi disebutkan penyakit malas ini
jika dibiarkan maka akan merambat ke penyakit-penyakit lainnya.
Malas cepat sekali menularnya.
Maka hati hati dengan malas.
Namun kita juga tidak boleh menyalahkan malas,
setiap kita pasti memiliki rasa malas,
hanya kadarnya yang mungkin berbeda.
Dalam artikel sebelumnya dijelaskan,
kekuatan niat akan mempengaruhi kekuatan keberhasilan
dalam mengahafal al Qur’an.
Jadi jangan menyesali rasa malas.
Yang pertama ikhlaskan dulu, terimakan rasa malas yang ada. jangan dilawan.
Dengan keikhlasan ini membuktikan bahwa
kita ini adalah makhluq yang lemah.
Sekuat-kuatnya manusia pasti ada lemahnya,
sepintar-pintarnya orang pasti ada salahnya.
Se semangat-semangatnya manusia pasti ada malasnya juga.
Dengan penerimaan ini akan memunculkan keyakinan bahwa
Allah lah yang maha kuat, Allah Dzat Yang Maha Sempurna.
Dan ini bagian dari bentuk penghambaan manusia.
Setelah ikhlas,
selanjutnya perbanyaklah beristighfar memohon ampunan kepada Allah.
Bisa jadi rasa malas ini muncul karena kesalahan/dosa yang kita lakukan.
Terus perbanyak istighfarnya, semakin banyak semakin baik,
sampai muncul lagi semangat, sampai rasa malas itu hilang.
Lalu jangan lupa kenali sebab kenapa malas.
Bisa karena jenuh, bosan dan lain sebagainya.
Maka buat suasana baru dalam menghafal, buat waktu baru, motivasi baru.
Seseorang berbeda waktu mudah menghafalnya,
ada yang mudah menghafal sebelum shubuh setelah tahajud,
ada yang mudahnya setelah shubuh, setelah dhuha,
setelah asar, maghrib, atau waktu-waktu lainnya.
Selanjutnya berusaha terus meniggalkan perbuatan dosa dan maksiat,
karena inilah sumber utama seseorang susah dalam menghafal.
Sebagaimana dalam syair imam syafi’I
saat mengeluhkan lemahnya hafalan kepada gurunya waki’ yang artinya :
Saya mengadu kepada waki’ tentang jeleknya hafalanku
Maka beliau menunjukkan kepadaku
untuk meninggalkan perbuatan maksiat
Dan ketahuilah bahwa ilmu itu cahaya
Dan cahaya Allah
tidak diberikan kepada orang-orang yang berbuat maksiat.
Langkah selanjutnya selalu meminta pertolongan kepada Allah,
agar dimudahkan dan bisa istiqomah dalam menghafal
yang kemudian bisa mengamalkan apa yang telah dihafal.
Saudaraku, menghafal al Qur’an itu mudah.
Jangan pernah berfikir bahwa menghafal al Qur’an itu susah,
Allah sesuai dengan prasangka hambanya.
Selalulah berfikir positif,
terus berjalan, walau seayat demi seayat,
menjadi sehalaman demi sehalaman,
menjadi satu juz, dua juz, sampai 30 juz.
Karna bilangan ayat, lembar, halaman, juz al qur’an
tidak akan berkurang maupun bertambah.
Hanya tinggal menunggu waktu,
entah itu satu tahun, 2 tahun, 3 tahun dan seterusnya,
anda pasti selesai menghafal 30 juz al Qur’an.
buka dan baca lagi buku-buku motivasi menghafal Al Qur'an,
keutammaan al Qur'an, dan buku kequranan lainya
untuk menambah motivasi semangat menghafal,
saat jenuh dan malas
saya baca lagi buku Ust abdul aziz abdul rauf, al hafidz,
sehingga setiap kata-katanya menjadi cambuk untuk lebih semangat lagi.
betapa menghafal al Qur'an itu Mudah.
ingat.. hidup ini penuh dengan perubahan,
saat anda malas segera lakukan rotasi dalam dirinya.
ibarat mengayuh sepeda,
jika diam tanpa mengayuh maka pasti akan terjatuh,
namun jika terus mengayuh pasti akan seimbang dan tak akan jatuh.
bahkan semakin cepat mengayuh, semakin cepat sampai ke tujuan.
jika malas didiamkan maka anda akan terjatuh.
Demikian motivasi qurani ini dibuat dengan harapan.
Siapapun yang saat ini mengalami rasa malas dalam menghafal al Qur’an,
semoga Allah menghilangkan dan memunculkan lagi semangat dalam menghafal, sebagaimana seperti saat awal-awal dulu semangat menghafal.
Semoga bermanfaat dohiron wabathinan
Wallahu A'lam Bishshowab
@daurohtahfidznasional
Langganan:
Postingan (Atom)




