Kesabaran

Sabtu, 09 Juli 2016




❤️ Dengan mengikrarkan bahwa Allah-lah yang menciptakan perbuatan para hamba-Nya; baik geraknya, diamnya, bahkan keinginannya. 

Maka, apapun yang dikehendaki Allah pasti terjadi, sebaliknya yang tidak Dia kehendaki takkan terjadi. 

Sehingga tidak ada satupun partikel di alam ini bisa bergerak, baik di alam yang atas maupun di alam yang bawah, kecuali atas izin dan kehendak-Nya. 

Jadi semua hamba itu hanyalah alat. Maka, lihatlah kepada Dzat yang menjadikan manusia itu mengganggumu, jangan kau lihat kelakuan (buruk) mereka terhadapmu; niscaya kamu akan menjadi tenang, tidak galau, tidak pula sedih” (Jami’ul Masa’il, 1/168).

Intinya, ketika Anda disakiti orang lain, maka ingatlah bahwa tindakan dia itu adalah bagian dari ciptaan Allah, ia tidak akan terjadi melainkan setelah diizinkan dan dikehendaki oleh Allah ta’ala.

Jika itu atas kehendak Allah, mengapa Anda galau dan sedih?! Bukankah Dia Maha Baik dan Maha mengasihi hamba-Nya. Sungguh, Dia tidaklah menginginkan dari musibah itu, melainkan kebaikan untukmu.

Intinya lihatlah Nabi shollallohu alaihi wasallam-, beliau saja yang merupakan makhluk terbaik dan termulia, tidak pernah membela dirinya dengan balas dendam. apalagi diri kita yang banyak aib dan dosanya. 

Sabar dan maafkanlah, untuk mendapatkan kemuliaan yang lebih tinggi dan abadi.
***

Penulis: Ust. Musyaffa Ad Darini, Lc. MA.
Artikel Muslim.or.id

#edit 
#catatanhijrahlmr

Post ummu Mika

Rabu, 06 Juli 2016

Dear istriku,
Kalau kamu tanya apakah aku sayang kamu
Dan seakan akan kamu minta aku yang romantis
Sudahlah, bukan tak mau, tapi memang segini adanya

Aku yang memilihmu, tak pernah menyesal sekalipun menikahimu

Meski sering kamu tanya,
"Mas, kamu lebih senang aku yang berhias dengan kosmetik atau polos?"
Aku hanya lebih senang melihat matamu menahan kantuk ketika dede rewel tak mau tidur. Aku suka dengan telaga dimatamu, ketika dede sakit, tak hentinya menangis dan aku melihat cemas tertahan diwajahmu.

Lihat bibirmu yang tanpa lipstik berwarna merah, mengucapkan kata kata lembut agar dede tenang ; "cup cup nak, iya sayang kamu susah bobo ya? sini mama gendong". Kamu masih mampu tersenyum meski sesungguhnya kamupun sudah sangat lelah. Aku justru menemukan pemandangan indah meski tak perlu aku sampaikan ketika itu.

Katanya kamu mulai gemuk, badanmu tak sempat lagi diurus karena waktumu habis untuk mengurus anak anak, rumah, dan aku suamimu. Tapi buatku, bukan lagi tubuh langsingmu yang membuatku senang. Justru saat ini, aku tersanjung karena kamu sudah membiarkan tubuhmu 'berubah' untuk mengandung anakku. Persembahan apa lagi yang lebih baik dari itu, bagiku?

Sudahlah, istriku.. Kamu cantik karena sifatmu. Tak perlu kamu tambahi apapun, aku senang.

Kamu yang selalu punya waktu untuk bermain, mengurus anak anak, bekerja 2 sampai 3 hal sekaligus. Kamu yang selalu memastikan rumah sudah 'cukup' rapi ketika aku pulang kerja, dan kamu yang sungguh sungguh belajar untuk menjadi madrasah bagi anak anakku.

Kamu, yang kehilangan hobby mengkoleksi tas dan sepatu seperti kebiasaanmu dahulu. Kamu yang sudah lupa dengan cara memasang bulu mata palsu, dan kamu yang kini betah dirumah daripada pergi belanja ke mall. Kamu memasak, kamu mengajari anak anak setiap hari. Aku, tersanjung. Meski tak terucap, aku sudah bahagia.

Jadi, masih perlukah sikap romantis itu?

#CerpenElmikaHijrah
Ummu Mika 22 Juni 2016

Hijrah

Hijrah itu berpindah, berubah.

Hijrah itu ngaji bukan nyanyi-nyanyi.

Hijrah itu menutup aurat, meninggalkan pakaian-pakaian seksi, pakaian tipis menerawang lalu hijrah memakai hijab syar'i.

Hijrah itu sering datangi taman-taman Surga, datang ke kajian-kajian. 

Hijrah itu meninggalkan pekerjaan harammu, lalu hijrah ke pekerjaan yang halal.

Hijrah itu meninggalkan musik lalu berpaling pada Al Qur'an.

Hijrah itu memotong semua celana-celana mu yang isbal, lalu hijrah dengan celana di atas mata kaki.

Hijrah itu membuatmu semakin rajin melakukan amal sholeh, mencintai Sunnah dan meninggalkan bid'ah.

Hijrah itu membuat sholatmu semakin tepat waktu, laki-laki di masjid 5 waktu.

Hijrahmu membuatmu semakin rajin membaca Al Qur'an, mentadabburinya dan mengamalkannya.

Hijrah itu semakin sederhana dalam pakaianmu, hijrahmu yang masih memakai gamis bunga-bunga nan ramai, motif-motif ramai, itu belum dikatakan hijrah dengan baik. (terus berusaha yaa) 

Hijrah itu meninggalkan make-up mu saat keluar rumah Ukhti, karena AllaaH melarang wanita ber tabarruj saat keluar rumah.

Duuh Ukhti... Hijrah itu adalah saat engkau tidak memakai parfum lagi saat keluar rumah. Tetapi untuk suami di rumah silakan dandan dan wangi sesuka hatimu.

Hijrah itu bukan casing saja, tapi akhlaqmu pun turut serta hijrah menjadi pribadi lebih zuhud, qona'ah dan makin tawadhu.

Proses hijrah kitapun berbeda-beda ya, saudaraku-saudariku. Ada yang hijrah karena setelah mendapat ujian/cobaan, ada yang hijrah setelah bergaul dengan orang-orang sholeh, ada yang hijrah karena mengingat kematian, ada juga yang hijrah setelah membaca nasihat-nasihat dari akun da'wah.

Walaupun proses hijrah kita berbeda-beda, In syaa AllaaH tujuan kita sama, yaitu untuk mendapatkan JannahNYA.

Hijrah butuh niat ikhlas dan tekad kuat, karena hijrah itu ACTION bukan menunggu. Hijrah itu didatengin, dicari.. Bukan ditunggu.

Duuh kok berat amat ya mau hijrah? Iyaa, karena Surga diliputi dengan perkara yang dibenci jiwa, sedangkan Neraka diliputi dengan perkara yang disukai nafsu.


AlhamdulillaaHilladzii bini'matiHii tatimushshoolihat atas hijrah ini. 

Bagaimana denganmu, saudaraku-saudariku ?

Kapan ikutan hijrah ? ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

@thesunnahway_

Menikmati rezeki

MENIKMATI RIZQI
@salimafillah

Makanan lezat dapat diburu, hidangan mahal dapat dibeli. Untuk menikmati racikan seorang Chef Bintang Lima Michelin di Kota Paris, kita harus mengajukan reservasi jauh-jauh hari, dengan uang pangkal yang cukup untuk biaya hidup di Yogyakarta selama berbulan tanpa ngeri.

Tapi nikmatnya makan adalah rizqi, Allah Yang Maha Memberi lagi Membagi.

Seorang bapak di Gunung Kidul yang mencangkul sejak pukul 07.00 pagi, di jam 10.30 didatangi sang istri. Sebuah bakul tergendong di punggungnya, dengan isi amat bersahaja. Nasi ketan bertabur parutan kelapa. Sementara cereknya berisi teh panas, wangi, sepet, kenthel, dan legi.

Peluh dan lelah menggenapkan rasa nikmat di tiap suapan sang belahan jiwa. Senyum mereka tak terbeli oleh berapapun harga.

Ranjang paling empuk dapat dibeli. Kamar tidur paling mewah dapat dirancang. Hotel berlayanan bintang tujuh, Burj Al 'Arab di Dubai dapat menyediakan ruang rehat dengan sewa semalam seharga membangun rumah di negeri kita.

Tapi nikmatnya tidur adalah rizqi. Allah Yang Maha Memberi lagi Membagi.

Seorang anak pemulung berbantal kayu, beralas kardus, berselimut koran terlelap di atas gerobak orangtuanya pada suatu malam di Jakarta. Begitu nyenyak sampai susah untuk membangunkannya.

Gaji yang tinggi dapat dikejar dengan karir cemerlang. Uang yang banyak dapat dikumpulkan dengan memeras keringat hingga kering dan membanting tulang hingga linu. Tapi rizqi adalah soal menikmati, Allah Yang Maha Memberi lagi Membagi.

Seorang direktur sebuah BUMN bergaji besar yang duduk di samping saya dalam penerbangan kelas bisnis hanya memandang cemburu ketika sajian saya nikmati. Saya bertanya mengapa hanya air putih saja yang diteguknya, digenggam erat dalam gelas kaca.

Sungguh berat bagi beliau; mau makan manis, kata dokter, "Jangan Pak, diabetesnya." Mau makan gurih, kata dokter, "Jangan Pak, kolesterolnya." Mau makan asin, kata dokter, "Jangan Pak, hipertensinya." Mau makan kacang, kata dokter, "Jangan Pak, asam uratnya."

Ah saya membayangkan, berapakah yang dinikmati manusia dari apa yang dia sangka miliknya dan ditumpuk-tumpuk dan dihitung jumlahnya. Sekira 1000 triliun ada di rekeningnya, lalu esok pagi tiba malaikat maut menunaikan tugasnya, rizqi siapakah itu sebenarnya? Ahli waris atau bahkan musuh bisnis, Allah tak kekurangan cara untuk mengantarnya pada yang sudah dijatahkan tertulis di sisiNya.

Betapa benar Al Mushthafa ๏ทบ ketika bersabda, "Anak Adam berkata, 'Hartaku! Hartaku!' Padahal apalah hartanya itu selain makanan yang dilahapnya hingga habis, pakaian yang dipakainya hingga usang, dan apa yang dinafkahkannya di jalan Allah lalu dia dapati Allah membalasnya berlipat di akhirat."

Rizqi adalah jaminan. Menjemputnya adalah ujian. Bekerja adalah ibadah kita; 'itqan, ihsan, ikhlas; bukan mencari rizqi, tapi mencari pahala. Sebab kita harus memindahkan kekhawatiran, dari yang dijamin kepada yang belum dijamin. Yakni; akankah pulang kita ke surga?

{ Nasehat Bijak }

Seorang bijak mengatakan:

Kita semua; manusia biasa di mata orang yang tidak kenal dengan kita.

Kita semua; manusia yang teperdaya di mata orang yang hasad kepada kita.

Kita semua; manusia hebat di mata orang yang memahami kita.

Kita semua; manusia istimewa di mata orang yang senang kepada kita.

Setiap orang memiliki pandangan masing-masing, maka jangan menyusahkan diri agar dipandang baik oleh orang lain.

Cukuplah bagimu ridha Allah, karena ridha seluruh manusia adalah tujuan yang tidak mungkin dicapai, sedang ridha Allah adalah tujuan yang tidak boleh ditinggalkan.

Maka tinggalkan tujuan yang tdk mungkin dicapai, dan raihlah tujuan yang tidak boleh ditinggalkan.

Musyaffa’ Ad Dariny Lc, MA
Dewan Pembina RisalahIslam.or.id

Hafalan

⭐⭐⭐ 8 HAL AGAR MENGHAFAL AL-QUR’AN TERASA NIKMAT ๐ŸŽ
 
Berikut ini adalah 8 hal yang insya Allah membuat kita merasa nikmat menghafal Al-Qur’an.
 
Tips ini kami dapatkan dari ust. Deden Makhyaruddin yang menghafal 30 juz dalam 19 hari (setoran) dan 56 hari untuk melancarkan.
 
Tapi uniknya, beliau mengajak kita untuk berlama-lama dalam menghafal.
 
Pernah beliau menerima telepon dari seseorang yang ingin memondokkan anaknya di pesantren beliau.
 
“ustadz.. menghafal di tempat antum tu berapa lama untuk bisa hatam??”
 
“SEUMUR HIDUP” jawab ust. Deden dengan santai.
 
Meski bingung, Ibu itu tanya lagi “targetnya ustadz???”
 
“targetnya HUSNUL KHOTIMAH, MATI DALAM KEADAAN PUNYA HAFALAN” jawab ust. Deden.
 
“Mm.. kalo pencapaiannya ustadz???” Ibu itu terus bertanya.
 
“pencapaiannya adalah DEKAT DENGAN ALLAH” kata ust. Deden.
 
Menggelitik, tapi sarat makna. Prinsip beliau “CEPAT HAFAL itu datangnya dari ALLAH, INGIN CEPAT HAFAL (bisa jadi) datangnya dari hawa nafsu dan syaithan”…
 
(Sebelum membaca lebih jauh, saya harap anda punya komitmen terlebih dahulu untuk meluangkan waktu 1 jam per hari khusus untuk qur’an. Kapanpun itu, yang penting durasi 1 jam)
 Mau tahu lebih lanjut, yuk kita pelajari 8 prinsip dari beliau beserta sedikit penjelasan dari saya.
 
 
⭐⭐1. MENGHAFAL TIDAK HARUS HAFAL
 
Allah memberi kemampuan menghafal dan mengingat yang berbeda2 pada tiap orang.
 
Bahkan imam besar dalam ilmu qiroat, guru dari Hafs yg mana bacaan kita merujuk pada riwayatnya yaitu Imam Asim menghafal Al-Quran dalam kurun waktu 20 tahun.
 
Target menghafal kita bukanlah ‘ujung ayat’ tapi bagaimana kita menghabiskan waktu (durasi) yang sudah kita agendakan HANYA untuk menghafal.
 
 
⭐⭐2. BUKAN UNTUK DIBURU-BURU, BUKAN UNTUK DITUNDA-TUNDA
 
Kalau kita sudah menetapkan durasi, bahwa dari jam 6 sampe jam 7 adalah WAKTU KHUSUS untuk menghafal misalnya,
 
Maka berapapun ayat yang dapat kita hafal tidak jadi masalah.
 
Jangan buru-buru pindah ke ayat ke-2 jika ayat pertama belum benar2 kita hafal.
 
Nikmati saja saat2 ini.. saat2 dimana kita bercengkrama dengan Allah.
 
1 jam lho.. untuk urusan duniawi 8 jam betah, hehe.
 
Toh 1 huruf 10 pahala bukan??
 
So jangan buru2… 
Tapi ingat!
 
Juga bukan untuk ditunda2.. habiskan saja durasi menghafal secara ‘PAS’
 
 
⭐⭐3. MENGHAFAL BUKAN UNTUK KHATAM, TAPI UNTUK SETIA BERSAMA QUR’AN.
 
Kondisi HATI yang tepat dalam menghafal adalah BERSYUKUR bukan BERSABAR.
 
Tapi kita sering mendengar kalimat “menghafal emang kudu sabar”, ya kan??
 
Sebenarnya gak salah, hanya kurang pas saja.
 
Kesannya ayat2 itu adalah sekarung batu di punggung kita, yang cepat2 kita pindahkan agar segera terbebas dari beban (hatam).
 
Bukankah di awal surat Thoha Allah berfirman bahwa Al-Qur’an diturunkan BUKAN SEBAGAI BEBAN.
 
Untuk apa hatam jika tidak pernah diulang??
 
Setialah bersama Al-Qur’an.
 
 
⭐⭐4. SENANG DIRINDUKAN AYAT
 
Ayat2 yg sudah kita baca berulang-ulang namun belum juga nyantol di memory, tu ayat sebenarnya lagi kangen sama kita.
 
Maka katakanlah pada ayat tersebut “I miss you too…” hehe.
 
Coba dibaca arti dan tafsirnya… bisa jadi tu ayat adalah ‘jawaban’ dari ‘pertanyaan’ kita.
 
Jangan buru2 suntuk dan sumpek ketika gak hafal2, senanglah jadi orang yang dirindukan ayat..
 
 
⭐⭐5. MENGHAFAL SESUAP-SESUAP
 
Nikmatnya suatu makanan itu terasa ketika kita sedang memakannya, bukan sebelum makan bukan pula setelahnya.
 
Nikmatnya menghafal adalah ketika membaca berulang2.
 
Dan besarnya suapan juga harus pas di volume mulut kita agar makan terasa nikmat.
 
Makan pake sendok teh gak nikmat karena terlalu sedikit, makan pake sendok nasi (entong) bikin muntah karena terlalu banyak.
 
Menghafalpun demikian.
 
Jika “amma yatasa alun” terlalu panjang, maka cukuplah “amma” diulang2, jika terlalu pendek maka lanjutkanlah sampai “anin nabail adzim” kemudian diulang2.
 
Sesuaikan dengan kemampuan ‘mengunyah’ masing-masing anda.
 
 
⭐⭐6. FOKUS PADA PERBEDAAN, ABAIKAN PERSAMAAN“
 
Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” jika kita hafal 1 ayat ini, 1 saja! maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat yang ada di surat Ar-Rahman.
 
Sudah hampir separuh surat kita hafal.
 
Maka ayat ini dihafal satu kali saja, fokuslah pada ayat sesudahnya dan sebelumnya yang merangkai ayat tersebut.
 
 
⭐⭐7. MENGUTAMAKAN DURASI
 
Seperti yang dijelaskan di atas, komitmenlah pada DURASI bukan pada jumlah ayat yang akan dihafal.
 
Ibarat argo taxi, keadaan macet ataupun di tol dia berjalan dengan tempo yang tetap.
 
Serahkan 1 jam kita pada Allah.. syukur2 bisa lebih dari 1 jam.
 
1 jam itu gak sampe 5 persen dari total waktu kita dalam sehari…!!! 
5 persen untuk qur’an
 
 
⭐⭐8. PASTIKAN AYATNYA BERTAJWID
 
Cari guru yang bisa mengoreksi bacaan kita.
 
Bacaan tidak bertajwid yang ‘terlanjur’ kita hafal akan sulit dirubah/diperbaiki di kemudian hari (setelah kita tahu hukum bacaan yang sebenarnya).
 
Jangan dibiasakan otodidak untuk Al-Qur’an… dalam hal apapun yg berkaitan dengan Al-Qur’an; membaca, mempelajari, mentadabburi, apalagi mengambil hukum dari Al-Quran.
 
✍NB: setiap point dari 1 – 8 saling terkait…
 
Semoga bermanfaat, niat kami hanya ingin berbagi.. 
Mungkin ini bisa jadi solusi bagi teman-teman yang merasa tertekan, bosan, bahkan capek dalam menghafal.
 
Kami yakin ada yang tidak setuju dengan uraian di atas, pro-kontra hal yang wajar karena setiap kepala punya pikiran dan setiap hati punya perasaan.
 
Oh ya, bagi penghafal pemula jangan lama2 berkutat dalam mencari2 metode menghafal yang cocok dan pas, dewasa ini banyak buku ataupun modul tentang menghafal Al-Qur’an dengan beragam judulnya yang marketable.
 
Percayalah.. 
1 metode itu untuk 1 orang, si A cocok dengan metode X, belum tentu demikian dengan si B, karena si B cocok dengan metode Y.
 
Dan yakini sepenuhnya dalam hati bahwa menghafal itu PENELADANAN PADA SUNNAH NABI BUKAN PENERAPAN PADA SUATU METODE...
 
Semoga bermanfaat...


• FAKTA YANG TAK BISA DIPUNGKIRI •

"Mungkin saja kedua orang tuamu belum bisa mempersembahkan untukmu semua yang engkau inginkan, tapi yakinlah seyakin-yakinnya bahwasanya mereka berdua telah mempersembahkan untukmu semua yang mereka miliki" 

#hanyaterjemah

๐Ÿ’Tak ada alasan buat anda wahai seorang anak, untuk tidak mendoakan keduanya๐Ÿ’
Blog contents © catatanku 2012. Blogger Theme by Nymphont.