Dakwah

Rabu, 06 Juli 2016

📙Renungan bagi para pejuang

Jalan dakwah ini masih panjang, karena hanyalah surga tempat peristirahatan....

Ayo kita berbenah diri, memperbaiki hubungan kita dengan Allah, memohon ampunan kepadanya, agar Allah memperbaiki hubungan kita dengan sesama....

Kita hilangkan noktah-noktah hitam dalam hati kita, tidak ada hasad, tidak ada dendam...bersinergi merajut yang terkoyak, mengais asa yang tersisa

Kita obati yang terluka
Kita sambung yang terputus
Kita bangun yang roboh
Kita hibur yang sedih
Kita suburkan semangat yang layu
Kita tolong yang membutuhkan
Kita damaikan yang bertikai
Kita ishlah yang bercerai...
Kita ........

Ayo berprasangka baik sesama pejuang, karena dengan pertikaian membuat kita semakin jauh dari puncak keberhasilan....

Saling mendoakan sesama  pejuang, jadikan malam-malam itu bersaksi bahwa doa-doa kita bersatu menembus awan...demi merajut tali persaudaraan islam...

Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara....

Jangan biarkan kapal dakwah ini pecah dihempas gelombang

Jangan biarkan bahtera dakwah ini karam ketika badai datang menerjang

Ayo melangkah melaju bersama memperbaiki umat....
 
Jadilah orang yang berkepribadian besar, berjiwa besar dan dengan tanggung jawab yang lebih besar....

hal itu memerlukan pula pengorbanan yang sangat besar...

Dan semua itu harus dibalut dengan keikhlasan yg tertanam..

lillah wa fillah...
hanya karena Allah dan di jalan Allah....

Mungkin dunia ini terlalu sedikit memberi waktu kita untuk bertemu dan bercanda.... tapi semoga Syurga yang luas mempertemukan kita.

Aku mencintai kalian, wahai saudaruku seperjuangan.....

✏Akhukum fillah:
Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah

Surabaya, 4 Rabi'ul Awwal 1437 H
Komplek STAI bin Abi Thalib Sby.

Cinta sejati

14 ABAD YANG LALU DIA PERNAH MERINDUKANMU

Dialah Rasulullah…

Tepat sembilan hari menjelang wafatnya turunlah firman Allah yang berbunyi:

 وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ

“ Dan peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kalian semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak didzalimi.” (Al Baqarah : 281)

Semenjak itu raut kesedihan mulai tampak di wajah beliau yang suci. “Aku ingin mengunjungi syuhada Uhud ujar beliau.” Beliaupun pergi menuju makam syuhada Uhud, sesampainya disana beliau mendekati makam para syhada dan berkata, “Assalamu’alaikum wahai syuhada Uhud, kalian telah mendahului kami. Insya Allah kamipun akan  menyusul kalian.”

Ditengah perjalanan pulang, rasulullah shallallahu alaihi wasallam menangis. Para sahabat yang mendapinginya bertanya, “Apa yang membuatmu menangis wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Aku rindu kepada saudara-saudaraku.” Mereka berkata, “Bukankah kami adalah saudara-saudaramu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Bukan, kalian adalah sahabat-sahabatku. Adapun saudara-saudaraku adalah mereka yang datang sesudahku, mereka beriman kepadaku padahal mereka belum pernah melihatku.”
(HR. Ahmad)

Alangkah tulus ungkapan itu..
Namun tersisa beragam tanya:
Kitakah yang dirindukan itu…?
Bila iya, Sudahkah kita merindukannya…?
Sudahkah kita beriman sehingga pantas dirindu…?
Sudahkan kita mengamalkan sunnahnya sebagai bukti cinta…?
Pantaskah diri yang lalai ini dirindukan rasulullah…?

Duhai.. alangkah malangnya bila yang dirindukan itu terusir dari telaga haudhnya.
Alangkah malangnya bila nanti terdengar darinya ucapan, “menjauhlah dari telagaku…”
Kau tau kenapa…? Karena mereka telah merubah-rubah Agama yang dibawanya.

Wahai insan yang dirindu….
Ikutilah jalan hidup manusia agung yang dulu pernah merindukanmu..
Jauhi segala macam bid’ah dalam agama, agar kau tak terusir dari telaganya.

Buktikan cintamu dengan ittiba’ agar cintamu tak bertepuk sebelah tangan.

Ingat selalu firman Allah azza wa jalla:

Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)

Ingat kawan…. Ditepi telaga haudh dia menanti kita..
“Aku akan mendahului kalian di telaga. Aku sebagai saksi atas kalian” dan sesungguhnya—demi Allah— saat ini aku sedang memandang telagaku itu” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Semoga Allah menuntun langkah kita menuju telaga rasul-Nya.
_______
Madinah 07-07-1436 H
ACT El-Gharantaly

Hidup hanya sebentar

Kamu pasti akan meninggalkan dunia. Dan sungguh kamu tidak mengetahui, apabila malam tiba apakah kamu akan tetap hidup sampai besok pagi?

Berapa banyak orang sehat yang meninggal tanpa sakit.
Dan berapa banyak orang sakit namun tetap hidup bertahun-tahun.

Berapa banyak anak muda yang hanyut dalam tawa ketika sore dan pagi.
Padahal kain kafan untuknya sedang dijahit sementara dia tidak menyadarinya.

Siapa saja yang hidup seribu atau dua ribu tahun.
Suatu hari nanti ia pasti akan mendatangi kuburan.

- Imam As-Syafi’i -

Cinta

20 Shofar 1437/ 2 Des 2015

Dia…….
17th sudah saya mengenalnya, bukan waktu yang singkat.
Berbagai macam persoalan telah kami lalui bersama, ada gembira, tertawa, menangis, bahagia, marah, sedih, kesal, cemburu, curiga dll telah mewarnai perjalanan ini.

Sampai pada titik saya mengenal Allah itupun saya lalui bersamanya.
Mengenal Allah yang waktu itu terasa begitu asing dalam kehidupanku, 
8th Allah masuk dalam kehidupanku sampai pada saat ini Alhamdulillah.
Perlahan - lahan saya mulai mengenal Allah, Allah seolah - olah ingin mengenalkan Islam kepada saya walaupun masih samar dalam pengetahuanku.
Apa itu hidayah saya pun belum mengetahuinya.
 
Dia….
Sungguh begitu special dalam perjalanan saya… 
ditambah dengan  putra-putri kami mewarnai langkah ini.
ISLAM  dengannya saya mulai merasakan Allah sangat dekat dengan saya, dan membuat saya penasaran ingin mengetahui dan mengenal Allah lebih dekat lagi melalui Islam.
ketika saya mengetahui sedikit dari sekian banyak Ilmu Allah, saya mendapati berbeda dengan keadaan lingkungan sekitar saya.
Saya mulai merasa ketidaknyamanan dari diri saya maupun lingkungan sekitar.
Saya ingin segera merubah keadaan ini sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dan saya pun semakin gegabah dalam perubahan ini dan Lupa dengan sebuah kata yang bernama “Proses”.

Hidayah…
Ya Sebuah kata yang simple tapi itu adalah kunci Kehidupan kita di dunia untuk kehidupan yang sangat panjang.
Hidayah diberikan sesuai kehendak Allah, diberkan sedikit demi sedikit atau langsung banyak, itupun tidak semua orang diberikan Hidayah. Hanya orang-orang pilihan.

Dia….
Sangat saya sayangi, dia telah menemani saya dengan kesabaran yang dia miliki.
Dia memang tidak sempurna, tapi kesederhanaan nya yang membuat saya takjub, 
tidak memiliki keinginan yang besar selain membahagiakan kedua orangtuanya serta keluarga kecilnya.

Saya Ceroboh dalam mendekatkan dia dengan Allah.
Dia memang sudah mengenal Islam jauh sebelum saya tapi dia belum mengenal hakekat dekat dengan Allah.
Saya gagal mengenalkan dia kepada Allah, saya lelah.. dan sayapun kalah dalam perjuangan ini.

Tapi Allah Azza wa jalla jika menginginkan Hidayah sampai kepada fulan maka tidak ada yang bisa menghalanginya.
Cara Allah membagikan Hidayah salah satunya dengan musibah entah itu sakit, kesedihan, kehilangan harta, ketakutan dan kesusahan, hanya Allah yang mengetahuinya.

Ilmu adalah hidayah Allah.
Dengan Ilmu kita bisa dekat dengan Allah.
Dengan cara meninggalkan larangan Allah dan sedikit demi sedikit menjalankan perintahNYA, itu tidak dapat kita lakukan tanpa Hidayah.
Berat langkah ini tanpa Hidayah.
musibah akan lebih membuat kita terpuruk jika kita tidak mendapat Hidayah.
Hidayah memang Mahal krn tidak dapat diperoleh dengan mudah, perjuangan adalah pakaian kita dalam mencari Hidayah Allah.
Dan kuncinya Adalah Sabar dan Shalat, kenapa sabar yg didahulukan?
Karena dengan Sabar kita bisa Shalat.

Dia…
Saya sangat inginkan mendapat Hidayah itu, begitu juga dengan diriku yg sangat butuh Hidayah.
Kalaupun Masalah demi Masalah yang selalu hadir dalam perjalanan ini merupakan jalan menuju Hidayah untuk dia dan saya maka saya rela menghadapi semua ini dengan lapang dada.
Dan kalaupun juga jalan ini merupakan penggugur dosa kami maka saya rela ya Allah.
Jangan Engkau cabut nikmat kami merintih kepadaMU ya Allah dan digantikan dengan Nikmat yg fana yang membuat kami jauh dari Hidayah.
Biarkan Kami merasakan Manisnya bermunajat kepadaMU dengan melalui Cobaan ini.

Kami tidak meminta Engkau menghilangkan Cobaan ini Tapi kami minta Engkau Kuatkan Kami dan Uruskan Urusan kami Aamiin.

#catatanhijrahlmr

Kehidupan dunia

RENUNGAN HIKMAH 

ﺃﺧﻔﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻘﺒﻮﻝ : ﻟﺘﺒﻘﻰ ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ ﻋﻠﻰ ﻭﺟﻞ 

Allah merahasiakan mana doa yg terkabul; agar hati manusia tetap antara harap dan cemas 

ﻭﺃﺑﻘﻰ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻣﻔﺘﻮﺣﺎ : ﻟﻴﺒﻘﻰ ﺍﻼﻧﺴﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺃﻣﻞ 

Allah membuka selalu pintu taubat; agar setiap orang tetap optimis 

ﻭﺟﻌﻞ ﺍﻟﻌﺒﺮﺓ ﺑﺎﻟﺨﻮﺍﺗﻴﻢ : ﻟﺌﻼ ﻳﻐﺘﺮ ﺃﺣﺪ ﺑﺎﻟﻌﻤﻞ

Allah jadikan husnul khatimah sbg ukuran kebaikan; agar tiada seorang pun tertipu dengan amalnya 

ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺸﻜﻞ ﻭﺍﻟﺠﺴﻢ ﺃﻫﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﻭﺡ….

ﻣﺎ ﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﺗﺼﻌﺪ ﻟﻠﺴﻤﺎﺀ…..ﻭﺍﻟﺠﺴﻢ ﻳﺪﻓﻦ ﺗﺤﺖ ﺍﻟﺘﺮﺍﺏ!!

Seandainya rupa dan tubuh itu lebih penting dari ruh maka ruh tak akan naik ke langit…dan tubuh tidak akan dikubur di tanah!!

ﻛﻢ ﻣﻦ ﻣﺸﻬﻮﺭ ﻓﻲ ﺍﻸﺭﺽ

ﻣﺠﻬﻮﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ…

Betapa banyak orang yang terkenal di bumi, tapi tidak dikenal di langit 

ﻭﻛﻢ ﻣﻦ ﻣﺠﻬﻮﻝ ﻓﻲ ﺍﻸﺭﺽ

ﻣﻌﺮﻭﻑ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ

Betapa banyak orang yang tidak dikenal di bumi, tapi terkenal di langit. 

ﺍﻟﻤﻌﻴﺎﺭ ﺍﻟﺘﻘﻮﻯ ﻭﻟﻴﺲ ﺍﻸﻗﻮﻯ

“ﺇﻥ ﺃﻛﺮﻣﻜﻢ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺗﻘﺎﻛﻢ “

Tolak ukurnya adalah ketakwaan, bukan kekuatan! 
“Sesungguhnya yg paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yg paling bertakwa” 

ﻻ ﺗﺤﺰﻥ ﺇﻥ ﺟﻬﻠﻮﺍ ﻗﻴﻤﺘﻚ

ﺍﻟﺘﻔﺖ ﺇﻟﻰ ﻗﻴﻤﺘﻚ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ…

ﻭﺩَﻉ ﺍﻟﺒﺸﺮ !!!

Jangan bersedih jika manusia
 tidak menghargaimu

Fokuskan agar meraih kedudukan tinggi di sisi Allah  

Dan jangan peduli dengan penilaian orang!

🌹🌻🍀🌺

*Dari WA ust Fariq Gazim Anuz

Kartu Kredit

IQTIRAH

Surat Kecil Bagi Pengguna Kartu Kredit...

Sadar atau tidak, kebiasaan anda memakai kartu kredit menyebabkan pengeluaran anda jauh lebih besar dari yang diperlukan... 

Sadar atau tidak, kartu kredit telah membuat anda terbiasa berhutang sehingga menganggap sepele perkara hutang...
     
Coba renungkan...
Beli pakaian... gesek kartu
Beli gadget... gesek kartu
Beli obat... gesek kartu
Beli motor, mobil, rumah... kredit juga...
Sudah begitu, beli bensin, bayar listrik, telepon, bayar uang sekolah anak juga pakai kartu kredit...
yang lebih parah... sampai makanpun anda bayarnya pakai kartu kredit....

Meskipun anda melunasi penuh setiap jatuh  tempo, namun pada kenyataannya anda telah berhutang...
padahal anda mampu dan punya uang untuk membayar kontan... 

Coba perhatikan barang-barang di sekeliling anda. Mulai dari yang
melekat di badan, yang ada di kulkas, rumah, mobil, motor... 
Mana yang lebih banyak ? bayar
kontan atau pakai kartu kredit ? 

Saudaraku... 
Tinggalkanlah kebiasaan
berhutang... 
Insyaallah... Hidup anda akan semakin barokah dengan meninggalkan kartu kredit...
Pertama, anda terlepas dari dosa riba, minimal dosa akad riba...                                                   Kedua, anda akan merasakan hidup lebih hemat, qona'ah, merasa cukup atas apa yang anda
miliki... in-syaa Allah...

Ingat... 
Nikmat rezeki itu bukan hanya apa yang kita terima, tapi juga apa yang tidak kita keluarkan karena memang tidak diperlukan..

Jadilah manusia yang tidak gampang
BERHUTANG...!!

______________
Madinah 18-02-1437 H
ACT El-Gharantaly

Nasehat

✨NASEHAT dari Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Al Jawwas ✨

"Sibukkanlah diri dengan menuntut ilmu, jangan menyibukkan diri dengan
mengurusi fitnah"
"Berapa banyak kitab ulama yang belum kita baca?" Ribuan..!!"
"Ya Ikhwan Fillah, fitnah menyerang agama Islam tidak akan ada habisnya sampai
hari kiamat, namun semangat menuntut ilmu kadang kandas di tengah jalan."
"Kenapa umat Islam bingung ada aliran Islam ini dan aliran Islam begitu?"
Bingung karena tidak memiliki ilmunya"
"Kenapa umat Islam merasa asing dengan agamanya sendiri?". "Merasa asing
karena tidak berilmu"
"Kenapa Islam kok begini, kok begitu, kita harus dengan apa menghadapi ini dan
itu?" Dan lain sebagainya... Semua akibat kurangnya menuntut ilmu."
"Masih banyak ilmu yang belum kita pelajari,
mari perbanyak duduk di majelis-majelis kajian,
perjalanan kita masih amat panjang."
"Siapkan diri untuk menjadikan generasi kita, anak-anak kita, cucu-cucu kita, agar
jauh lebih berilmu dalam agama dibanding kita."
Dengan menguasai ilmu agama yang benar segala macam fitnah terhadap Islam
akan bisa dibendung, dagangan-dagangan bid'ah tidak lagi laku, dagelan-dagelan
liberal menjadi sampah tak berguna, shaf semakin rapat dan musuh-musuh Islam
tidak akan berhasil menembusnya.
"Mari saudara-saudaraku, perbanyaklah menuntut ilmu dan mengamalkan sedikit
demi sedikit sampai waktu kita masuk ke liang lahat.."
Blog contents © catatanku 2012. Blogger Theme by Nymphont.